Jumat, 05 April 2013

Esai Novel Endesor karya Andrea Hirata


Cube: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013
Cube: Nama : Ikang Fahrizal
Nim   : E1C 110 029
Kelas : V B (Reguler Sore)

EDENSOR
Andrea Hirata
Semangat Juang Demi Menempuh Pendidikan Dan Pencarian Cinta



Edensor, merupakan Novel ke-3 karya Andrea Hirata setelah novel sebelumnya berjudul Laskar pelangi. Novel yang berjudul  “Edensor” ini merupakan salah satu bentuk pengalaman dari seorang Andrea Hirata. Kisah-kisah di dalamnya merupakan simpul kejadian yang pernah Ia alami. Pendidikan, kisah romantisme, serta penjelajahannya menjadi media bagi dirinya menjalani kisah cintanya. Bagaimana semangatnya mencari A-Ling kemudian dia harus rela menerima hasil dari semangatnya itu.

Dalam novel yang berjudul “edersor” ini, saya menemukan kutipan yang sangat menarik pada lembar ke-13  yang menjadi kalimat pembuka yaitu “Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadic, namun setiap elemennya adalah sub system keteraturan dari sebuah desain holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal kecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tidak terbantahkan”.
Edensor, mengulas tentang perjalan hidup Ikal (Andrea) dan Arai, saudara sekaligus teman seperjalanannya yang telah melalui banyak perjalana kisah kehidupan, suka maupun duka.

Pertemuannya dengan Weh, lelaki yang harus menanggung aib karena menderita penyakit burut, penyakit nista yang disebabkan oleh ulah nenek moyangnya yang telah berani melanggar aturan agama. Weh merupakan tokoh yang telah mengajarkannya cara membaca bintang, mengurai langit sebagai kitab terbentang serta membawanya pada satu pemahaman tentang konstelasi zodiak. Zenit dan nadir, pesan terakhir yang ditinggalkan Weh sebelum kematiannya. Weh adalah orang pertama yang telah mengenalkan Andrea pada diri sejatinya, dan telah menguatkan tekat Andrea untuk menjelajahi separuh belahan dunia, berjalan di atas tanah-tanah mimpi, dan menemukan cinta yang sesunguhnya. Pelajaran yang tidak akan ditemukan di bangku pendidikan formal, karena hanya kekuatan semesta yang mampu menguak realita kehidupan.

Tawaran beasiswa dari Uni Eropa telah menjadi sebuah jembatan keberuntungan yang menghantar mereka pada penjelajahan panjang di tanah-tanah mimpi yang telah menjadi mimpi-mimpi masa kecil mereka. Universitas Sorbonne Perancis, telah menghantar mereka pada pertemuan dan persahabatan dengan mahasiwa dari berbagai belahan dunia dengan beragam latar belakang. Kehidupan bangsa eropa yang terkenal intelektual, dinamis dan efisien telah menunjukkan pada berbagai realita betapa rendahnya kualitas serta sistem pendidikan bangsa Indonesia. Hanya semangat dan tekad yang kuat yang mampu menghantar mereka pada sebuah keberanian untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan yang modern. Kesenjangan tingkat pemahaman dan pengetahuan mengharuskan dua sahabat ini berjuang untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
 Dalam novel ini bercerita tentang Ikal dan Arai yang berencana untuk melakukan perjalanan keliling benua Eropa mengikuti tradisi para pengelanan back packer Kanada. Rencana perjalanan panjang ini mendapat respon yang serius dari para sahabat, yang akhirnya dijadikan sebagai ajang pertaruhan untuk mengukur keberanian untuk menahklukkan tantangan. Penjelajahan panjang menjelajahi benua eropa dengan bermodal semangat dan keberanian. Perjalanan dimulai dari kota Paris Perancis melintasi benua Eropa dan berakhir di Spanyol. Pencarian Andrea akan cinta masa kecil telah membawa mereka melintasi rute perjalanan yang panjang melintasi benua Eropa hingga Tunisia, Zaire dan Casablanca di benua Afrika. Rasa lapar, kelelahan serta ancaman kematian karena kedinginan tidak menyurutkan semangat dan keberanian Andrea untuk menjelajahi enigma tentang A Ling yang kini menjadi semakin terang.

Dalam novel yang berjudul “Edensor” ini, membawa kita pada perjalanan yang tidak hanya membawa kita pada tempat-tempat yang spektakuler, tidak hanya memberi kita tantangan yang menghadapkan pada cinta putih, tetapi mampu membawa kita pada satu kesadaran kesejatian diri manusia. Toleransi, daya tahan bukanlah hal yang dapat ditawar-tawar dalam keadaan apapun. Dibutuhkan semangat, kemauan dan daya juang tinggi untuk menghidupi setiap mimpi hingga mewujud dalam sebuah realita kehidupan.

Akan tetapi dalam novel ini, saya banyak menemukan istilah-istilah dan kalimat-kalimat yang sulit dimengerti oleh pembaca, seperti pada istilah Gracias senor dan la niege au sahara. Dan pada kalimat “Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga- duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang dan terurai

Pada akhir cerita novel ini,  hanya menceritakan ketika Ikal menemukan desa khayalan A-Ling, Edensor. Bukan Ikal bertemu dengan A-Ling. Tepatnya pada tema yang tertulis “ Lorong waktu”,  Ikal tiba di suatu tempat yang benama “Sheffield” . Sheffield merupakan kota yang tak lebih dari kota pabrik yang telah bangkrut dan ia pun menaiki bus buntut yang berisikan segelintir petani, hingga ia pun sampai disuatu tempat yang sangat jauh dari sheffield dan tempat itu seolah mengingatkannya akan sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbunya, dan ia pun turun dari mobil dan bertanya tentang nama tempat dimana ia berada pada saat itu pada seorang ibu, dan ibu itupun menatapnya dengan lembut lalu menjawab “sure lof, it’s Edensor”.

Banyak nilai sosial yang dapat kita petik dari novel ini yaitu semangat juang dua orang laki-laki yang berkobar-kobar demi menempuh pendidikan dan pencarian cinta mereka. Dan Novel yang berjudul “Edensor” ini, sangat cocok bagi pelajar Karena dapat memotivasi semangat belajar mereka. Karena novel ini menceritakan Ikal dan Arai yang tidak menduga kalau mereka dapat beasiswa untuk belajar ke Perancis, Eropa. Dan juga semangat penulis yang kokoh walau diterjang penderitaan. Dan Penulis sepertinya mengharapkan para pembaca agar mencontoh watak tokoh utama dalam mengarungi kehidupan.
by Ikang Fahrizal

1 komentar:

  1. Hai, Ma'af sebelumnya. ini adalah hasil tugasku untuk menulis sebuah esai dan akhirnya aku hanya sekedar menguploadnya dan bahkan aku sudah hampir lupa dengan artikel yang aku tulis ini. aku menggunakan akun yang berbeda untuk membalas komentarmu. perkenalkan namaku IKANG FAHRIZAL. aku tidak pandai berbahasa inggris dan hanya mengandalkan Google Translate.


    Hi, sorry in advance. this is the result of my assignment to write an essay and finally i just uploaded it and even i almost forgot the article i wrote this. I used a different account to reply to your comment. introduce my name IKANG FAHRIZAL. I'm not good at English and only rely on Google Translate.

    BalasHapus